Gelora Cinta Tara di ‘Rumah Besar’ – 4

Kumpulan Cerita Sex Bergambar – Dengan Kualitas Gambar Terbaik, Kumpulan Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Istri, Cerita Sex Janda, Cerita Sex Lesbian, Cerita Sex Mahasiswi, Cerita Sex Masturbasi, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Pelajar, Cerita Sex Perkosaan, Cerita Sex Pramugari, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex Setengah Baya, Cerita Sex SPG, Cerita Sex Suster, Cerita Sex Tante, Cerita Sex WTS, Terbaru dan Terbaik.

Cewek Bugil Ngentot,  bh_WM
Cerita Sex Bergambar Dengan Kualitas Terbaik

Dari bagian 3

Jam menunjukkan jam 8:20 am, telah 1 jam 20 menit mereka bermain cinta di kamar linen lantai 9 tersebut; segera, diraihnya lipatan handuk dari tumpukannya di troli kayu tersebut dan di bersihkannya badanya dengan handuk itu, kemudian berpakain sebaik-baiknya dan mereka berpelukan kembali mengucapkan selamat bekerja, lalu mereka membuang handuk kotornya ke tube, supaya jatuh ke ruang linen di basement, kemudian mereka berpisah.

Tara cepat kekamar mandi wanita di lantai 3 dan cepat-cepat membersihkan badannya di bawah shower, menyabun tubuhnya dan di elus-elus lembut memeknya, sambil tersenyum sendiri mengenang nikmatnya ngentot dengan Harry, terlupakanlah sedikit pedih kehidupan yang ada dihatinya, hidup bersama suaminya Nico. Dibilasnya dibawah shower tubuhnya, segera setelah itu berpakaian, kemudian membetulkan “grooming” wajah dan rambutnya. Segera dia kembali keruang kerja dikantornya, jam menunjukkan 8:50am, segera Tara memulai pekerjaannya hingga selesai. Adapun Harry berlaku sama hanya dia menuju ke Pavilliunnya dan mandi lagi sebentar dan turun ketinggkat 5 di kantor Executive Office dan menunaikan kerja nya kembali dengan aman dan damai. Hari itu sangat indah baginya dan harapannya untuk ngentot dengan Tara selalu menjadi obsesinya disetiap harinya.

Event week end mendatang ada penyelenggaraan ‘Grand Prix’ di kota itu, Hotel penuh dari pertengahan minggu sebelumnya, sebagian staff dapur dan para waiter/waitress dikonsentrasikan kelapangan diweek end itu, dengan membuka dua tenda atas nama Hotel disekitar lapangan pacuan itu; karena banyak para Businesman/woman, dan paraa Celebreties menyaksikan balap mobil Formula 1 itu. Sebagian besar lagi para waitres/waitress dikonsentrasikan untuk event malam hari di restaurant-restaurant diproperty hotel, adapun siang hari memang agak lengang suasana di Hotel. Karena Kebetulan ‘General Manager’nya tugas turun kelapangan, maka Harry ditugaskan incharge didalam property Hotel tersebut.

Kesibukan Tara sudah agak menurun, karena biasanya kesibukan Tara memuncak sebelum event berlangsung. Saat yang indah itu, dimanfaatkan mereka berdua saling mengirim SMS, Harrypun datang kekantor kerja Tara, yang berada di pojok itu, segera ia mengunci pintu kantornya dan diraihnya Tara dengan buasnya kemudian dilucutinya baju bawahnya, semua tanpa kecuali, dan diangkatnya Tara dimeja kerjanya lalu didudukkanya diatas meja kerja, segera dijilatinya memek hangatnya dengan lahapnya. Tara memejamkan matanya, sambil berpegangan kepala Harry menahan serentetan kenikmatan dan denyutan memeknya yang sangat luarbiasa sensasinya; maka digoyangkannya pantatnya sambil duduk, mengharapkan dera dan tusukan lidah Harry untuk segera menggapai dinding dalam rahimnya, Tara mendorong-dorong kepala Harry supaya masuk jauh kedalam selangkangannya. Sambil mengerang, ia menjepit kepala Harry karena dia mendapat Orgasmenya di pagi itu. Harry bangun dari selangkangan Tara setelah Tara mulai merenggangkan selangkangannya dan segera mendekapnya, diciuminya Tara dengan nafsunya yang membara bersama asmaranya menutupi semua perasaan yang ada di pagi itu.

Setelah Tara pulih kembali, dibiarkan dia merebahkan dirinya di meja kerjanya, selang beberapa menit, segera diturunkannya celana Harry, sambil berdiri dijulurkannya kontol tegangnya pada klitoris Tara, dimainkannya lagi klitoris itu dengan kontolnya, hal ini menimbulkan gairah Tara kembali menyelubungi tubuhnya. Setelah Tara menggeliat dan melelehkan getah bening memeknya, Harrypun menusukan kontolnya dalam Vaginanya, segera dipompanya dengan ritme pelan dan kemudiaan cepat, di tariknya lagi, diam sejenak dan dihujamkannya lagi dengan kuat.

Tara belingsatan dan mendongkak-dongkak kembali dan digoyang-goyangkannya kepalanya kekiri dan kekanan sambil giginya menggigit bibir bawahnya dengan kuat untuk menahan dera nikmat yang sangat dia inginkan tiap harinya. Sampai akhirnya Harry mengatakan akan mencapai ejakulasinya, ingin mereka menuangkan sama-sama, dan mereka selesaikan kenikmatan itu dengan sempurna, muncat tiga kali sperma dalam rahim Tara, segera dicabutnya kontol Harry, diputarnya badan Tara kepinggir meja dan disodorkannya kontol Harry kemulut Tara, segera Tara membuka mulutnya dan dikulumnya kontol Harry yang tegang merah, sedang memuncratkan spermanya langsung dalam tenggorokannya, segera ditelannya semua sperma itu, lalu dijilatinya kontol Harry dengan penuh kasih sayang. Setelah selesai session itu, mereka segera merapikan diri dan bekerja kembali.

Jam 11 siang, Tara telephone Marissa mengatakan akan ke dokter lagi, dan Marissa pun akan menolongnya mencatat pesan untuk Tara. Namun sebetulnya Tara hanya naik ke tinggkat 14 kamar No 31, di Paviliun Harry, disana Harry telah menunggu nya, setelah Harry berpesan ke Marissa bahwa dia akan pergi kelapangan balap selama 3 jam, kontrol keadaan di sana.

Segera setelah Tara Masuk ke Paviliun, tak sabar lagi Harry menggendong tara di kamar mandi dan melepas semua bajunya, untuk mandi bersama. Setelah mereka telanjang dimasukkannya Tara dalam bathtub, Harry berdiri dipinggir bathtub, di mintanya Tara menyepong dan mengelus-elus kontolnya, maka di elusnya buah zakar Harry lalu dikulum, dijilatnya dengan lidah nakal Tara, dimain-mainkannya dalam mulutnya, Harry mengerang kuat-kuat sambil matanya dipejamkan. Kemudian dirambatkannya lidah Tara kebatang kontol Harry, sambil menyapu dan menyedot seluruh batang kontol Harry, tangan Tara memilin dan memainkan buah zakarnya yang mengecil.
“Tara, kamu nakal, kamu menggodaku, kulumlah Tara kepala penisku itu, mainkanlah dengan lidah yang nakal itu..”
Diturutinya kemauannya, di kulumnya kepala Panis Harry, dan dimainkannya lidahnya dilingkaran kepala Panis yang menyembul itu.
“Aaacchh Tara, manisku, kau jalang, kau binal.. kau gadisku, kau milikku Taraa, kau selalu memuaskanku Tarra..”
Tara pun melepaskan kulumannya, dan minta dicium mulutnya dengan mulut lembutnya Harry.
“Harry kiss me darling, I need you always, I want to be with you always darling.”

Ditariknya pelan Harry kedalam air dan segera menduduki kontol yang keras itu dan menyelipkannya dalam vaginanya, sambil dia mendongkakkan kepala kearah belakang diayunkannya badannya, memompa penis Harry, dan Harry, memegang pinggang dan punggung belakang Tara menjaga supanya tak terbalik jatuh ke belakang. Sebagai, dewi amor sedang mengamuk Tara melonjak-lonjak memompa penis tegangnya Harry hingga pendakian birahinya mencapai puncaknya dan Tarrapun orgasme lagi.

Harry mengangkat Tara, dibalikkannya badan Tara supaya dia tiduran menungging releks dalam bathtub, kemudian dia tusuk dan pompa memek Tara dari belakang sambil Harry menekuk lututnya dalam air tersebut. Tara mengerang lagi, diiringi dengusan nafas Harry yang memburu, terus penis Harry menghujam dan menari didalam relung nikmatnya Tara dengan bebasnya, erangan dan raugan mereka berdua tak bisa dihindarkan dan akhirnya mereka mencapai orgasmenya yang kesekian kalinya dihari yang indah itu.

Mereka mandi bersama dan menguyur badan bersama, setelah puas mereka mengeringkan badan mereka dan beranjak ke tempat tidur. Melihat badan Tara yang masih telanjang itu, Harry ingin mencumbunya lagi, didorongnya Tara ketempat tidur, dan direbahkannya dia, dengan kaki masih menjutai dipinggir tempat tidur. Dimasukkannya lagi kontolnya walau belum tegang sepenuhnya, dan digoyang-goyangkannya terus menerus, sampai benar-benar keras, didalam liang vagina Tara, kemudian dihujamkannya kencang-kencang kontol buas itu pada memek Tara yang kenyal, sempit menghimpit dan berdenyut di dalam.
“Tara biarkan aku biadab, menuruti nafsu binatangku kepadamu, kaupun akan merasa bahagia dengan perlakuanku ini, katakan bila kau tak menyukainya.”
“Harry lakukanlah, kau wild dan aku menyenanginya, kuingin kontolmu nyelip disana terus dimanapun aku pergi, dari pagi sampai petang, akan ku pilin dan kupijit dengan denyutan memekku terus menerus Harry!”
“Harry aku bosan memakai dcku akan kuganti pakai kontolmu saja didalam sana untuk menutupi memekku”
Harry memejamkan matanya, sambil menjawab, “Heemm, Tara, kau benar-benar binaall!”

Tara, merasakan keindahkan making love dengan Harry, sukmanya menari, seiring deburan darah dan detup jantungnya setiap kali ia mendapatkan hujaman kontol Harry; ngilu, geli, seribu rasa ada dalam tubuhnya seakan ia melayang-layang dialangit yang biru tiada berbatas; hingga sampai saatnya terasa ia akan orgasme lagi.
“Harry aku siap, magma didalam akan segera meledak Harry, berikan spermamu didalam sana”
“Okey Tarra, aku dattaangg segera”
Ddan Creett, creet, creet, sempurnalah pergumulan mereka disiang hari itu. Maka robohlah Harry di badan Tara, dengan penuh peluh di badan dan kepalanya..
Mereka tertidur selama 1.5 jam, kemudian mereka membersihkan diri lagi, berpakaian kembali. Tara keluar dari Paviliun Harry dengan sebelumnya mengecup bibirnya mengucapkan selamat siang dan selamat kerja lagi.

Hari itu Tara pulang sore, karena merasa capek sekali seharian ngentot bersama Harry, dijalan dia membeli makanan kesukaan Nico dan anak-anak. Sesampai dirumah mereka makan malam dan main dengan anak-anak sebentar, dan setelah bercakap-cakap dengan Nico, dibahasnya semua masalah rumah tangga sehari itu, kemudian menyuruh anak-anak tidur. Sedang Nico menggandeng Tara masuk kedalam kamar dan meminta jatahnya yang dua hari tidak didapatkannya dari Tara.
Dalam hati Tara mengeluh, “Mati aku hari ini, sekian kali aku harus mengentot, memekku sudah terasa lelah sekali”, namun sekali lagi ini kewajiban, tak bisa ditolaknya permintaan Nico.
Segera, Nico melucutinya, dan merebahkan Tara di tempat tidurnya, secepat itu juga Nico menghunjam memek Tara, mulailah “mesin sex” tersebut menderu sejalan dengan derap birahi Nico.

Puas Nico, menghujam tanpa perasaan dari depan, dibalikkannya Tara supaya menungging, dan di hujamkannya kontol ngaceng Nico dari belakang, tak lama kemudaian dia sudah memuncratkan sperma birahinya di dalam rahim Tara, tanpa harus mengimbangi perasaan Tara, dalam usahanya mendaki birahinya untuk sama-sama menikmati cinta suami istri yang sedang memadu kasih, dengan cara yang terdalam, yakni ngentot.

Kembali kecewa dalam hati Tara, dan benar-benar kesal akan perilaku Nico, yang selalu sepihak dalam menunaikan tugasnya sebagai suami. Sedih sekali perasaan Tara, namun sekali lagi dia tidak bisa mengelak dan protes kepada Nico suaminya. Esoknya, Tara kembali bekerja, dia mendapat e-mail dari sebuah perusahaan Garment dari designer terbaik di negeri itu, dimana mereka akan mengadakan pameran dan peragaan dalam Hotelnya, kira-kira 10 hari mendatang. Tara segera menyiapkan segala sesuatunya untuk penyelenggaraan pameran dan peragaan pakaian elite ini.

Setiap sore Tara harus tinggal sampai agak larut, menyusun brochures dan undangan kepada orang-orang yang pantes diundang dan penyelenggaraannya. Harrypun harus juga mendorong dan mendukung usaha Tara dalam hal ini, maka kebersamaan mereka tak ada yang mencurigai. Sering Tara tinggal di Paviliunnya, dan mencari tanda tanggannya Harry; bila Harry bilang mau mengerjakannya di pavilliun, dan Tarapun harus datang, walau akhirnya mereka berdua selalu melampyaskan hasrat birahinya di paviliun itu.

Di suatu hari Sabtu, Tara mengatakan ke Nico bahwa dia akan masuk kerja, ada kerjaan yang tidak selesai. Namun setelah dia kerja sejam di kantornya, Harry memanggilnya. Setelah Tara berada di Paviliunnya, sambil minum teh bersama, Harry mengeluarkan amplop tak tertutup diberikannya kepada Tara.
“Tara, aku sangat mencintaimu, aku ingin juga sedikit memiliki cinta kepada anak-anakmu”
“Ini tanda cintaku pada anak-anakmu, karena aku tentunya tak bisa memeluk dan menggapainya, Depositkan uang ini untuk sekolah anak-anakmu”
“Jangan sekali-kali kau pakai, kau akan mendapatkan bagiannya sendiri dariku”

Terperanggah Tara akan kata-kata Harry, dan melelehlah air matanya.
“Harry, apa artinya semuanya ini, akankah kau meninggalkan aku?”
“Tara, Jangan kau berburuk sangka padaku, kau adalah gadis binalku selamanya.”
“Tak akan kutinggalkan dirimu akan selalu kuusahakan yang terbaik untukmu, untuk kita selalu saling memiliki”, maka diciumnya bibir Tara dan dihapusnya air matanya.
Kembali mereka berpangutan, dan diteruskan seharian ngentot berdua diruang tamu setelah minum teh, di dapur sambil memasak, karena Harry dan Tara senang memasak.

Mereka mempunyai tekad menjalani cinta dan kebahagian mereka, mereka tuai dalam “Rumah Besar” sambil melupakan kepedihan hidup dalam keluarganya masing-masing, sampai waktu dan umur memisahkan mereka.

*****

E N D

This entry was posted in Cerita Sex Umum and tagged , . Bookmark the permalink.